Ilmu Yang Bermanfaat X Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

Fenomena yang terjadi di akhirzaman ini banyak orang atau kelompok yang merasa paling berilmu, banyak orang atau kelompok yang mengaku dan merasa paling benar, banyak orang atau kelompok yang mengaku paling selamat, dan sudah merasa ilmunya bermanfaat, akhirnya merasa paling benar dan yang lain salah. Di Akhirzaman ini, tidak hanya orang awam yang terjerumus dalam fitnah tapi orang-orang yang merasa "Sipaling" inilah yang sejatinya ikut dalam fitnah dan terjebak dalam lumpur kotor didalam qolbnya, padahal ilmu Allah itu sangatlah luas.

Jika kita melihat setiap doa yang dipanjatkan oleh Nabi SAW tentang ilmu, sebagian besar doa adalah permohonan agar ilmu dapat memberikan manfaat. Diantaranya adalah doa Nabi Ini “Allahumma inni asaluka ‘ilman nafi’a, warizqan thoyyiba, wa’amalan mutaqabbala”; “Ya Allah sesungguhnya aku memohonan kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amal baik yang diterima”. Oleh karena itu, sangat penting bahwa kita memiliki ilmu, dan ilmu yang membawa manfaat bagi orang lain dan alam semesta. Celakalah bagi orang-orang yang berilmu, tetapi ilmunya tidak bermanfaat malah membuat perpecahan dan kegaduhan antar umat.

Bagaimana orang memiliki ilmu tapi tidak bermanfaat? Imam Al-Ghazali dalam buku Bidayatul Hidayah menjelaskan tanda-tanda ilmu yang bermanfaat dan sebaliknya. Sebagai seorang sufi, pandangan Imam Al Ghazali sangat dipengaruhi oleh nilai Sufistik. Ini adalah pandangan Imam Al Ghazali dari Bidayatul Hidayah.

1. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menambah rasa takutmu terhadap Allah. Orang yang berilmu menyadari bahwa seluruh pengetahuannya berasal dari sumber pengetahuan utama, yaitu dari Allah SWT. Dengan akalnya, manusia berusaha meneliti, mengamati, dan memikirkan semua hal ciptaan-Nya. Selanjutnya menghasilkan teori dan konsep ilmu pengetahuan. Pada Hakikatnya para penuntut ilmu mempelajari ilmu Allah SWT. Maka semakin orang mempelajari ilmu Allah SWT maka yang muncul adalah kebesaran dan keagungan Allah SWT. Sudah sepatutnya orang yang berilmu dan yang semakin tinggi ilmunya maka semakin bertambah rasa takutnya kepada Allah SWT .

2. Ilmu yang bermanfaat adalah yang dapat menambah kebijaksanaanmu dengan aib-aibmu. Orang yang berilmu sudah seharusnya memiliki pandangan yang luas dan mendalam. Bukan sebaliknya punya pandangan yang sempit dan picik. Kedalaman dan keluasan itulah yang membuat seseorang memiliki sikap bijaksana dalam menghadapi dan memecahkan berbagai persoalan dalam hidup. Keluasan pandangan juga akan memungkinkan seseorang untuk memahami kekurangan-kekurangan yang mereka miliki. Sikap ini akan melahirkan sikap Tawadhu, rendah hati dan bukan kecongkakan atau takabur. Falsafah hidup orang yang berilmu seperti padi, semakin berisi maka semakin merunduk.

3. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu menambah rasa Marifat dengan beribadah kepada Allah SWT. Seseorang yang berilmu memiliki kesadaran penuh dengan apa yang dimilikinya dari pengetahuan-pengetahuan yang dipelajarinya adalah menyingkapkan tabir kebesaran Allah. Tersingkapnya tabir akan keagungan Allah SWT akan memberikan rasa takjub dan pengetahuan yang penuh akan diri-Nya. Setelah mengetahui keagungan Allah, tidak ada jalan dan pilihan lain atau keputusan lain kecuali menghambakan diri kepada-Nya. Dengan sepenuh hati penghambaan. Beribadah, memohon hanya semata-mata kepada-Nya. Menyerahkan secara totalitas segala ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah SWT.

4. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang meminimalis kecintaanmu untuk dunia dan menambah kecintaanmu untuk akhirat. Orang yang berilmu akan dapat memahami bahwa segala pengetahuan yang berada ditangan manusia bersifat nisbi dan relatif, bisa benar dan juga bisa salah. Hanya ilmu Allah yang benar secara absolute. Ilmu pengetahuan yang digali dari segala ciptaan-Nya yang ada di dunia ini bersifat fana. Suatu saat akan mengalami kehancuran. Pemahaman inilah yang menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan dunia ini tidak abadi, karena itu tidak boleh mencintainya secara berlebihan apalagi sampai melupakan kehidupan yang lebih kekal yaitu kehidupan di akhirat kelak.

5. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat membuka pandanganmu tentang perilaku burukmu sehingga engkau dapat melindungi diri dari hal itu dan membebaskan diri dari tipu daya Setan. Orang-orang yang berilmu akan mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk. Dapat membedakan perbuatan baik sehingga dilaksanakan dan perbuatan buruk sehingga dihindari. Sebab itu tanda orang yang ilmunya tidak bermanfaat adalah jika ia tahu dan paham akan kebaikan-kebaikan tetapi ia tidak melaksanakan kebaikan itu, justru hal-hal yang ia tahu itu adalah  perbuatan dosa malah dilakukannya. Betapa banyak orang pintar yang tahu bahwa itu perbuatan dosa, tetapi terkadang ia malah melakukannya.

Demikianlah Menurut Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali. Semoga kita terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat dan berlindung kepada Allah SWT dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Sumber: Imam Alghazali dalam Bidayatul Hidayah
Ditulis Oleh: Adi Mahardika S.I.Kom

Follow Us:   Facebook  Twitter  Instagram   




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Tubuh Menjadi Jubah, dan Jiwa Mengetuk Pintu Dalam Diri

Hindari Kefakiran Dan Keputusasaan