Ketika Tubuh Menjadi Jubah, dan Jiwa Mengetuk Pintu Dalam Diri
" Ketahuilah bahwa tubuh hanyalah pakaian. Carilah pemakainya bukan jubahnya." [ Jalaluddin Rumi] Ada saat-saat tertentu ketika kita memandang hidup hanya dari apa yang terlihat di cermin: wajah yang berubah, tubuh yang menua, dan pakaian yang selalu kita rapikan agar tampak pantas di hadapan dunia. Namun para sufi, termasuk Rumi, mengingatkan bahwa yang kita rawat dengan penuh kecemasan itu hanyalah “jubah”—lapisan luar yang kelak ditinggalkan seperti pakaian lama. Di balik jubah itu ada sesuatu yang jauh lebih halus, lebih sunyi, dan lebih abadi: pemakainya, yakni ruh manusia. “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalamnya ruh-(ciptaan)-Nya.” (QS. As-Sajdah: 9) Ayat ini menegaskan bahwa tubuh memang hanya wadah, sementara yang memberi nilai pada manusia adalah ruh yang berasal dari perintah Allah SWT. Rumi menggunakan perumpamaan tubuh sebagai pakaian bukan untuk merendahkan kehidupan fisik, tetapi untuk menggeser pusat perhatian kita. Manusia moder...