Hakikat Wudhu Dzahir Dan Batin
Hakikat dan manfaat wudhu
Mengetahui hakikat dan manfaat wudhu sangatlah penting karena bagi umat islam wudhu merupakan hal yang rutin dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Wudhu atau bersuci bukan sekedar membersihkan wajah dan seluruh anggota lainnya dengan tujuan menghilangkan hadas. Namun, pada hakikatnya pembersihan dimaksudkan untuk menyucikan batiniyah seorang muslim. Jadi, selain jasmani, seseorang juga bisa suci rohani setelah wudhu. Tentunya dengan tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam sehari, wajah kita bisa ratusan kali bersentuhan dengan air wudhu. Namun, sudahkah kita mencapai batiniyah kita? Wudhu yang sudah mencapai kesucian batin berarti sudah melakukan pembersihan bukan hanya dzahirnya saja.
Jika wudhu sudah menyentuh batin, maka wudhu tidak hanya menghilangkan hadas tetapi juga menghilangkan sifat keAkuan dalam diri dan melahirkan tawadu dalam hati. Selain itu juga akan memberikan banyak efek positif pada seluruh bagian tubuh yang bersentuhan dengan air wudhu tersebut. Dan tentunya akan sangat bermanfaat bagi diri kita.
Jika wudhu kita sudah sampai pada tataran batin, maka mata kita yang bersentuhan dengan air mandi akan mempunyai pandangan dan pemikiran yang luas, baik dalam bidang ilmu, agama, kebangsaan, dan hal lainnya.
Dan lagi seorang muslim yang berwudhu menyentuh batinnya akan lebih mudah baginya untuk menutupi aib saudaranya. Bukan hanya saudara-saudara kita yang beragama Islam tetapi juga saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Selain dari hakikat wudhu yang manfaatnya luar biasa, ada pula sederet manfaat yang dapat diperoleh oleh orang yang istiqomah berwudhu (menjaga kesucian dirinya), yakni wajah akan bercahaya. Seperti yang dijelaskan oleh Nabi
“Sesungguhnya umatku datang pada hari kiamat dalam keadaan putih bercahaya disebabkan bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kamu yang dapat memanjangkan putih pada wajahnya, maka hendaklah dia melakukannya" (HR. Muslim)
Selain itu, salah satu keutamaan wudhu adalah menjadi wasilah dilancarkan rejeki oleh Allah. Oleh karena itu, siapapapun yang merasa rejekinya sempit, hendaknya ia selalu berusaha untuk mengamalkan wudhu.
Wudhu dzahir dan batin
Kedua jenis wudhu ini tidak bertentangan satu sama lain. Namun hal ini menunjukkan bahwa kualitas ibadah hamba semakin meningkat. Bayangkan jika selama belajar dari jenjang sekolah dasar hingga jenjang perguruan tinggi, hanya mempelajari mata pelajaran yang sama dan muatannya sama. Lalu apa saja kemajuan ilmu pengetahuan yang pada akhirnya berdampak pada implementasi?
Semakin tinggi tingkat pengetahuan agama seseorang maka semakin sempurna ibadahnya. Karena seberapapun banyaknya ibadah, jika tidak didasari ilmu maka akan ditolak. Orang-orang yang berilmu lebih utama dari pada orang-orang yang ahli badah, ibarat cahaya bulan yang terang di antara bintang-bintang. Namun sebaik-baiknya adalah orang-orang alim yang juga ahli ibadah.
Robert Frager memberikan contoh latihan sederhana sebagai bentuk penerapan wudhu secara dzahir dan batin:
Saat mencuci tangan, berharaplah kepada Allah agar diberikan tangan yang suci dan bersih untuk melayani makhluk-Nya. Tangan terulur hanya untuk mengambil apa yang menjadi miliknya.
Saat berkumur, harapannya mulut yang sudah dibersihkan hanya digunakan untuk berdoa, mengagungkan Allah subhanahu wata'ala, membaca ayat-ayat-Nya dan mengucapkan hal-hal yang baik.
Saat menghirup air ke dalam hidung, Anda berharap mendapatkan kenikmatan mencium wanginya surga.
Saat membasuh muka, berharap hanya kepada Allah wajah dihadapkan untuk menyembah dan meminta pertolongan.
Ketika membasuh tangan, berharap tangan yang dibasuh itu tergerak hanya untuk memohon keridhaan Allah.
Mengusap sebagian kepala, berharap ketetapan iman, dan dihilangkan dari segala kesombongan.
Saat mengusap telinga, berharap yang menjadi amanah sebagai alat pendengaran itu hanya berfungsi untuk mendengarkan suara kebenaran.
Dan ketika membersihkan kaki, hendaknya kaki yang dibasuh itu hanya melangkah ke tempat yang diridhai Allah subhanahu wata'ala.
Sumber: Habib Luthfi Bin Yahya dan sumber lainnya
Komentar
Posting Komentar