Tangan Kanan Memberi Dan Tangan Kiri Tidak Mengetahuinya


Dia bertanya kepadanya: "Berapa harga  telur yang dijual?" 

Penjual tua itu menjawab, "27ribu untuk 15 telur, Bu." 

Dia berkata kepadanya, "Saya akan mengambil 19 butir telur seharga 27ribu atau saya akan pergi". 

Penjual tua itu menjawab dengan lirih, “Baiklah, silahkan ambil dengan harga yang kamu inginkan bu.” Mungkin itu awal yang baik karena saya tidak menjual satu telur pun hari ini, dan saya membutuhkan uang itu untuk hidup."

Dia mengambil telur itu dan pergi dengan perasaan seolah dia telah menang. Dia masuk ke mobil mewah dan pergi ke restoran mewah bersama temannya. Di sana, dia dan teman-temannya memesan apa pun yang mereka inginkan. Mereka makan sedikit dan meninggalkan banyak sisa makanan yang mereka pesan. Lalu dia pergi untuk membayar tagihannya. Tagihannya 1,3 juta rupiah. Dia memberi 1,5 juta rupiah dan meminta pemilik restoran untuk menyimpan kembaliannya. 

Mungkin realita kejadian ini tampak normal bagi pemilik restoran mewah itu, namun sangat menyakitkan bagi penjual telur malang itu. 

Intinya adalah: 

Mengapa kita selalu merasa mempunyai kekuasaan ketika kita membeli dari orang yang membutuhkan? Dan mengapa kita harus bermurah hati kepada mereka yang bahkan tidak membutuhkan kemurahan hati kita? 

Saya pernah membaca di suatu tempat: 

“Ayah saya membeli barang-barang sederhana dari orang miskin dengan harga tinggi ketika dia tidak membutuhkannya. Kadang-kadang dia bahkan membayar ekstra. Saya merasa penasaran dengan tindakan ini dan bertanya mengapa dia melakukannya? Lalu ayahku menjawab, “Itu adalah sedekah yang dibungkus dengan bermartabat, Nak. Tangan kanan memberi dan tangan kiri tidak mengetahuinya".

Nabi SAW bersabda: “Sedekah dapat menghapuskan dosa seperti air dapat memadamkan api” (Hadits Tirmidzi). 

Beliau juga mengatakan bahwa Allah akan memberikan keringanan pada hari kiamat kepada orang yang bersedekah: 
“Bayangan orang mukmin pada hari kiamat adalah sedelahnya” (Hadits, Tirmidzi).

Sumber: snr-tamalezaa
Ditulis Oleh: Adi Mahardika S.I.Kom

Follow Us:   Facebook  Twitter  Instagram   



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika Tubuh Menjadi Jubah, dan Jiwa Mengetuk Pintu Dalam Diri

Ilmu Yang Bermanfaat X Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

Hindari Kefakiran Dan Keputusasaan